Perjalanan Haji Indonesia Gelombang 1

Awal oktober 2011 nanti, Insya Alloh calon jemaah haji Indonesia diberangkatkan ke Tanah Suci. Alhamdulillah  tahun 2011/1432 H ini menurut Menteri Agama Suryaharma Ali, tahun ini kuota haji Inonesia bertambah 10.000 orang. Sehingga total calon jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini adalah 210.000 orang, yang terdiri atas 194.000 jemaah haji reguler dan 17.000 jamaah haji khusus (jurnalhaji.com).

Keseluruhan calon jamaah haji akan diberangkatkan dalam dua gelombang, yaitu gelombang 1 pada 15 hari sejak awal pemberangkatan dan sisanya untuk gelombang 2. Pengaturan pemberangkatan ini untuk memudahkan mengkoordinasi keberadaan calon jemaah haji selama di Madinah dan Mekah.

Yang membedakan perjalanan haji Indonesia dalam kedua gelombang, hanyalah tempat mendarat dan aktivitas awal di Saudi Arabia, sebelum pelaksanaan wukuf di Arofah. Perjalanan haji gelombang 1 mendarat di Bandara Amir Muhammadi bin Abdul Aziz  Madinah, sedangkan perjalanan haji gelombang 2 mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah

Saya mencoba menuliskan bagaimana proses perjalanan untuk jamaah haji perjalanan haji gelombang 1 :
Rumah => Kabupaten/Kodya => Asrama Haji => Bandara => Bandara Amir Muhammadi Madinah => Hotel di Madinah => Menjalankan kegiatan => Menuju Mekah => Miqot Bir Ali =>Maktab/Pemondokan Mekkah => Masjidil Haram (umroh) => kegiatan harian sambil menunggu waktunya wukuf di Arofah => Wukuf di Arofah => Muzdalifah (mabit) => Mina => kembali ke Mekah menjalankan ibadah harian sampai waktu pemulangan => Pulang => hotel transit Jeddah => Bandara King Abdul Aziz Jeddah => Bandara Indonesia => Asrama Haji => Ke Kabupaten/ Kodya masing-masing = Rumah

Persiapan dari Rumah

  • Berpakaian seragam identitas Nasional
  • Tas dokumen yang di buat kalung, yang berisi Surat pelunasan dari Bank, Buku do’a dari DEPAG, obat-obatan untuk keperluan masing-masing individu.
  • Tas tentengan, yang berisi pakaian selama perjalanan menuju Madinah dan peralatan mandi. Khusus tas koper yang besar, sudah dibawa terlebih dahulu armada

Kantor Kabupaten/Kodya

  • Mengikuti prosesi pelepasan dengan tempat yang disesuaikan dengan regu dan rombongan masing-masing
  • Masuk ke dalam bus yang sudah ditentukan berdasarkan regu dan rombongannya

Asrama Haji

  • Calon jemaah haji turun bus, langsung menuju ruang pemeriksaan tas bawaan. Kemudian menempati kursi yang telah disediakan.
  • Setelah mendengarkan penjelasan dari Petugas, jemaah dipanggil satu persatu untuk  menerima Buku Kesehatan Hijau,
  • Selanjutnya, berjalan menuju box Xray untuk memeriksa tas tentengan, dan dilakukan penimbangan. Apabila tidak ada yang mencurigakan dan berat tidak melebihi kententuan, maka tas tentengan akan langsung lolos.
  • Jemaah keluar ruang pemeriksaan, menuju lokasi ruang asrama sesuai dengan nomor yang tertempel di buku kesehatan. Ruang tidur dan istirahat jamaah laki-laki dengan wanita terpisah, namun masih berdekatan dalam satu gedung. Selama di asrama haji, sebaiknya gunakan waktu untuk istirahat, karena 24 jam berikutnya akan terbang menuju Tanah Suci.
  • Aktivitas sebaiknya hanya shalat berjamaah di masjid dan istirahat, atau baca buku-buku panduan. Selama di asrama haji, akan mendapat jatah makan yang waktunya sudah ditentukan. Jangan melewati jadwal makan, karena ruang tempat makan akan ditutup jika melewati batas yang telah ditentukan. Makan secara prasmanan.
  • Setelah istirahat sekitar 18 jam, tepatnya kurang 5 jam dari pemberangkatan, jamaah dengan membawa tas tentengan dan tas paspor dikumpulkan di ruangan untuk menerima Paspor dan Living Cost (uang sangu). Silahkan baca juga Manajemen Living Cost di tanah suci
  • Selanjutnya pemeriksaan Xray terhadap barang bawaan. Jika tidak ada benda tajam, maka tas tentengan akan lolos dan jamaah langsung masuk ke dalam Bus untuk selanjutnya menuju Bandara

Bandara Indonesia

  • Di Bandara, jemaah masih dalam Bus sampai pesawat telah siap untuk dinaiki.
  • Duduk sesuai dengan nomor boarding Pass yang diberikan.
  • Letakkan tas tentengan di boks penyimpanan diatas kepala penumpang.
  • Di dalam pesawat sebaiknya istirahat total karena perjalanan masih 10 jam.

Bandara Amir Muhammadi bin Abdul Aziz  Madinah

  • Turun dari pesawat dibandara Madinah, jemaah memasuki ruang pemeriksaan keimigrasian Saudi Arabia.
  • Ruang pertama adalah ruang tunggu sementara, kemudian pindah ke ruang pemeriksaan paspor. Persiapkan paspor dari tas kalung. Pemeriksaan paspor dilakukan dua kali di ruang berbeda. Apabila administrasi selesai,
  • Selanjutnya menuju ruang pengambilan barang bawaan khususnya Koper Besar. Untuk sementara Koper besar (35 kg) dan tas tentengan (sekitar 10 kg) dibawa sendiri ke pemeriksaan Xray.
  • setelah lolos koper Besar dibawa oleh petugas maktab, dan kita akan menemukan lagi ketika sampai di penginapan atau maktab.
  • Tas tentengan harus tetap dibawa sendiri oleh jamaah menuju ruang pemeriksaan paspor terakhir untuk mendapatkan stempel dan pengambil salah satu lembar copy paspor.
  • Menyerahkan Buku Kesehatan dan Paspor ke Ketua Rombongan
  • Jika selesai maka jamaah telah dinyatakan boleh memasuki tanah suci.

Hotel / Penginapan di Madinah

  • Calon jamaah haji menempati pemondokan yang telah ditentukan
  • Umumnya, fasilitas pemondokan di Madinah lebih bagus dan enak jika dibandingkan dengan di Mekkah. Di samping itu jarak pemondokan/ hotel dengan Masjid Nabawi sangat dekat sehingga kita bisa menjalankan aktivitas ibadah lebih maksimal
  • Urusan makan selama di Madinah sudah di tanggung, jadi jamaah tidak perlu repot mnyediakannya. Sehari dua kali yang diberikan setiap selesai sholat isya dan selesai sholat duhur. Pengambilan dilakukan oleh regu masing-masing.

Menjalankan Aktifitas Ibadah Harian di Madinah
Untuk lebih jelasnya tentang memaksimalkan ibadah harian di Madinah, silahkan baca Manajemen Waktu Ibadah Harian di Tanah Suci. Setelah kurang lebih 4 hari di Madinah, maka rombongan calon jamaah haji, pindah menuju Mekkah

Berangkat menuju Mekah

  • Oleh karena jamaah menuju Mekkah dan hendak memasuki tanah haram, maka terlebih dahulu sebelum berangkat sudah mandi dan mensucikan diri dengan baik dan mempersiapkan diri dengan berpakaian ihrom.
  • Sesampai Zul Hulaifah, 450 km sebelah utara kota Mekah. turun dari bus untuk persiapan umroh. Zul Hulaifah merupakan daerah di Wadil Aqiq yang dikenal oleh orang Indonesia Bir Ali. Merupakan Miqat untuk penduduk Madinah.
  • Penjelasan tentang Miqat, silahkan baca di sini Miqat calon jamaah haji Indonesia.
  • Setelah siap, dan melafatkan niat umroh
  • selama perjalanan kuran lebih 3 sampai 4 jam menuju Mekkah terus membaca talbiyah

Pemondokan di Mekah

  • Sebelum bus menurunkan jamaah di maktab/pemondokan, masing-masing mendapatkan kartu yang menunjukkan lokasi maktab. Hanya saja tulisannya berbahasa arab, yang isinya adalah identitas lokasi pemondokan selama di Mekah. dan kartu ini  harus dibawa kemanapun jamaah pergi.
  • Jamaah langsung masuk ke dalam pemondokan dan menempati ruang sesuai dengan nomer regu. Sebaiknya membuat kesepakatan agar jamaah laki dan perempuan tidurnya dipisah ruang.
  • Perlu diingat bahwa jamaah masih dalam keadaan berihrom, maka harus mengingat semua larangan-larangan ihrom. Karena pelanggaran akan berdampak pada dam.

Menjalankan Ibadah Harian di Selama di Mekah

  • Setelah istirahat secukupnya dan menempatkan tas tentengan dan koper besar, selanjutnya jamaah akan dibawa menuju Masjidil Haram untuk menyelesaikan umrah wajib,
  • Melakukan Thowaf Qudum sebagai thowaf “Selamat datang” tujuh putaran mengelilingi Ka’bah, selanjutnya
  • Shalat sunat 2 rokaat di belakang Maqom Ibrahim, kemudian berdo’a sesuai dengan keinginan
  • Minum air zamzam
  • Melakukan Sa’i tujuh kali putaran dimulai dari bukit Shofa
  • Melakukan tahhalul (menggunting rambut).
  • Jika selesai maka kewajiban umrah sudah selesai dan larangan-larangan ihrom selesai. Ini jika jamaah mengambil jenis haji tamattu’.
  • Selanjutnya melakukan IBADAH HARIAN sambil menunggu melakukan kewajiban haji hari tarwiyah yaitu tgl 8 dzulhijah menuju ke Arofah
  • Disamping itu, jika mengambil haji tamattu’, maka setiap calon jamaah haji wajib menyembelih hewan sebagai Dam Tamatu’. Biasanya dikoordinir ketua rombongan. Namun ikut ke lokasi pemotongan akan lebih bagus, karena kita akan tahu hewan yang kita gunakan sebagai dam.
  • Pada kesempatan sebelum wukuf, beberapa KBIH biasanya mengunjungi beberapa tempat penting, Bukit Tsur, Gua Hiro’, Jabal Nur, Jabal Rohmah, Lokasi wukuf, Lokasi mabit dan Jamarot dalam satu hari rangkaian perjalanan.

Wukuf di Arrofah

  • Tanggal 8 dzulhijah, calon jamaah haji seluruh dunia berbondong-bondong menuju ke Pada Arofah untuk melakukan wukuf, yang dilaksanakan keesokan harinya, yaitu tanggal 9 dzulhijah..
  • Berangkat dari Mekah menuju Arofah sudah wajib menggunakan pakaian ihram, dan niat Haji.
  • Sepanjang perjalanan melantunkan Taliyah, dzikir dan sholawat
  • Penjelasan komplit, silahkan baca di Sekitar Wukuf di Arofah.
  • Konsumsi jamaah haji selama di Arofah dan Mina telah ditanggung maktab, namun jika ingin membawa makanan kecil ndak masalah karena selama di Arofah tidak ada penjual, memang tidak  diperbolehkan. Ini merupakan kawasan tertutup

Mudzdalifah
Mudzalifah merupakan kawasan sekitar 4 km sebagai tempat mabit, persinggahan sementara calon jamaah haji dari Arofah menuju Mina. Selengkapnya silahkan baca Dinginnya Mudzalifah di Puncak Keikhlasan.

Jamarot Mina

  •  Rombongan setelah dari mudzalifah sampai ke Mina sekitar pertengahan malam bahkan menjelang subuh. Di sini sekitar 3 hari, untuk melakukan lempar jumroh.
  • Jumroh aqobah dilakukan tanggal 10 dzulhijah,
  • selanjutnya melakukan tahalul yaitu memotong rambut. Lak-laki sebaiknya potong gundul. Dengan demikian jamaah sudah terbebas dari larangan-larangan ihrom, kecuali tidak boleh melakukan hubungan suami istri (sing sabar mawon nggih )
  • Pelemparan jumroh pada hari tasryi’, yaitu tanggal 11 dan 12
  • Jamaah bisa mengambil nafar awal dan pulang ke Mekah untuk melakukan Thowaf Ifadoh.

Kembali Ke Mekah

  • Setelah melakukan kegiatan utama ibadah haji, kembali ke Mekah dengan melakukan thowaf ifadoh. Thowaf ini sudah tidak menggunakan pakaian ihram
  • Maka sekarang namanya bukan calon jamaah haji, tapi sudah bergelas Haji dan Hajjah. Semoga mabrur
  • Selanjutnya menjalankan ibadah harian di Masjidil Haram sampai jadwal waktu pemulangan.

Demikian, serangkaian urutan Perjalanan Haji Gelombang 1 di Tanah Suci. Secara keseluruhan, lama waktu yang dibutuhkan Haji Reguler sekitar 40 hari, di Mekkah sekitar 20 hari, di Arofa – Mina 4 hari dan di Madinah sekitar 6 hari. Haji khusus atau haji Plus yang Non Arbain sekitar 19 hari sedangkan yang plus Arbain di Madina sekitar 26 sampai 30 hari.

Isi dari tulisan ini saya rangkum dari artikel-artikel yang pernah saya publish di label HAJI.

Seiring perkembangan dan kemajuan, bisa jadi  kebijakan-kebijakan dari proses dari apa yang saya tulis diatas, telah terjadi pembenahan. Paling tidak, semoga tulisan ini bisa memberikan gambaran bagaimana aktivitas melakukan ibadah haji selama di tanah suci. Yang secara keseluruhan, perjalanan haji gelombang 1 membutuhkan fisik yang baik. Oleh karenanya, perlu persiapan  fisik yang baik, disamping meningkatkan kebiasaan-kebiasaan sholih, agar mudah mendapatkan kelezatan beribadah haji dan berimbas pada haji yang mabrur. Insya Alloh, amin

Wallohu Ta’ala A’lam bishshowab

Pakies

Pedagang pasar yang berdomisili di pinggiran kabupaten Blitar. Nekat ngeblog sebagai sarana menjalin silaturahim, belajar berwawasan, serta sarana rekreasi pikiran untuk mendapatkan hikmah di dalamnya

2 thoughts on “Perjalanan Haji Indonesia Gelombang 1

  1. Pingback: Perjalanan Haji Gelombang 2

  2. Pingback: Perjalanan Haji Gelombang 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

CommentLuv badge

Archives

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner