Paguyuban Wali Murid sebagai Ajang Silaturrahim

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu’alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh Sodaraku semua,
================================================
Sabtu kemarin mendapat undangan dari sekolah si sulung, mas Eza. Undangan rutin yang diadakan sekolah sebulan sekali ini sebagai ajang silaturrahim antar wali murid dengan sekolah. Ada banyak manfaat yang saya dapatkan, selain laporan perkembangan belajar anak, juga diisi dengan tausiyah. Maklum, semua anak saya sekolah di lingkungan Sekolah Islam Terpadu.

Pertemuan ini kali ini lebih banyak menekankan tentang pentingnya mengantarkan anak menuju kedewasaannya. Bahwa mendidik anak tidak hanya cukup membuat anak pintar dan cerdas berdasarkan ukuran nilai prestasi. Justru yang terpenting adalah prestasi dan kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial.

Menurut sekolah, bahwa keberhasilan jangan diukur dari angka-angka, tapi bagaimana menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah dalam kehidupan keseharian. Memulai dari hal-hal yang kecil, bertanggung jawab terhadap dirinya. itu adalah sebuah prestasi yang harus diapresiasi oleh orang tua. Ketika mendengar azan, langsung datang menjalankan shalat, ketika makan mampu mencuci piring, ketika bangun tidur mampu membersihkan kamarnya. Intinya, membiasakan diri bertanggungjawab terhadap diri sendiri. Jika itu sudah terpenuhi dengan baik, maka Insya Alloh prestasi “nilai” ulangan dan sejenisnya akan mengikuti dengan baik. Demikian penjelasan pihak sekolah

Ketika menjelaskan laporan tentang hasil try out dan Unas yang dilaksanakan beberapa hari lalu membuat kami sangat puas, karena semua anak menjalankan dengan kemampuan sendiri tanpa harus berusaha berbuat yang tidak baik dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Dan Kepala Sekolah mengharapkan kepada seluruh wali murid agar ikhlas menerima seberapapun nilai UAN anak, karena sekolah menekankan bahwa mengerjakan soal harus dilakukan dengan jujur. karena kejujuran adalah hal yang sangat mahal harganya, membutuhkan sebuah proses yang diawali dari lingkungan sekolah dan rumah.

Sekolah telah berusaha keras membangun mental kejujuran, dan diharapkan orang tua di rumah juga mendukung untuk melakukan hal yang sama. Alhamdulillah hampir 3 tahun anak-anak dididik untuk selalu jujur dalam hal apapun, termasuk ketika menghadapi ulangan. Maka tidak heran, anak-anak memiliki kepercayaan diri karena siapnya mental

Bagian terakhir dari pertemuan ini ditampilan cerita yang mungkin banyakl orang yang sudah tahu, karena seringkali disampaikan oleh motivator-motivator, yaitu cerita tenatng Kaktus dan Ulat. Akan saya tulis ulang apa yang disampaikan oleh sekolah, mudah-mudahan cerita dan maknanya tidak melenceng dari apa yang saya dengar.

Alkisah seorang laki-laki berharap mendapatkan bunga indah dan kupu-kupu. karena keduanya memiliki keindahan ketika dipandang. Tidak lama berselang, didapatinya kaktus berduri dan seekor ulat berbulu. Laki-laki tersebut sangat kecewa dengan kenyataan yang ada, karena apa yang didapat tidak seseuai dengan harapannya. Lalu dibiarkan begitu saja tanaman kaktus itu di depan rumahnya.

Hingga suatu pagi yang cerah, betapa terkejutnya laki-laki tersebut ketika didapatinya tanaman kaktus itu telah mengeluarkan bunga yang sangat indah dan terlebih ternyata ulat berbulu itu telah bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Maka laki-laki itu jatuh tersungkur dalam penyesalan yang mendalam dan memahami betapa apa yang dipikirkan selama ini ternyata salah.

Ia sangat menyadari ternyata Tuhan tidak pernah tidur, dan apa yang diminta manusia sesungguhnya diberikan. Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Permintaan yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Tuhan. Dan terpenting bahwa pemberian itu disesuaikan dengan saat yang tepat ketika membutuhkan, hanya saja manusia seringkali sangat tergesa-gesa dan mudah berputus asa ketika harapannya tidak segera terkabulkan. Kita seringkali bersu’udzon berburuk sangka, terhadap Alloh.

===========================================================

“Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat”

Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pakies

Pedagang pasar yang berdomisili di pinggiran kabupaten Blitar. Nekat ngeblog sebagai sarana menjalin silaturahim, belajar berwawasan, serta sarana rekreasi pikiran untuk mendapatkan hikmah di dalamnya

One thought on “Paguyuban Wali Murid sebagai Ajang Silaturrahim

  1. Nah.. salut banget dg sekolahnya Mas Eza, Pak. Karena setahu saya, beberapa sekolah (termasuk sekolah favorit) malah 'mengajari' anak2 untuk 'bekerja sama' agar hasil ujian nasional mereka bagus dan sekolah dapat nama baik. :(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

CommentLuv badge

Archives

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner