Kakiah, Sentral Pemotongan Hewan Qurban di Tanah Suci Mekah

Kakiah, adalah tempat pusat pemotongan hewan di tanah suci Mekah Al Mukaromah Saudi Arabia. Tempat ini sekaligus sebagai ‘pasar’ dan transaksi segala jenis hewan qurban. Di sini setiap musim haji, ratusan ribu bahkan jutaan hewan disembelih, kambing, domba maupun unta. Jumlah hewan sebanyak itu adalah wajar, mengingat paling tidak lebih dari 3 juta jamaah haji serta penduduk lokal yang melakukan pemotongan hewan di sini.
Karena tempat ini khusus untuk pemotongan hewan, tentu kondisi bangunan telah dirancang dengan baik. Petugas khusus yang kita kenal sebagai jagal, semua berseragam merah menyala, lengkap dengan tanda pengenal dan pisaunya. Walo sekilas seperti pisau dapur, tapi tajamnya jangan ditanya, sekali gores kulit kambing langsung menganga. Juga Petugas kebersihan, ada yang khusus menyiram darah yang tercecer dan adapula yang ngepel lantai ketika proses pemotongan berlangsung, sehingga darah langsung dialirkan ke saluran pembuangan yang kalo dilihat seperti aliran air sungai, terus mengalir. Saking banyaknya hewan yang dipotong.

Hewan yang dipotong di tempat ini, dengan tujuan untuk pembayaran Dam haji dan Qurban. Jamaah haji Indonesia, kebanyakan mengambil haji Tamattu’, sehingga dengan itu yang bersangkutan harus menyembelih seekor kambing. Insya Alloh tentang Dam Haji akan saya tulis pada postingan berikutnya biar lebih jelas. Meningat jumlag daging hasil dari pemotongan sangat melimpah, Pemerintah Arab Saudi telah melakukan penanganan dengan baik dengan mengemas

Pemotongan untuk Dam haji, biasanya dilakukan sebelum pelaksanaan wukuf, sedangkan pemotongan untuk qurban, saat Hari Raya Qurban 10 Dzul Hijjah dan hari-hari tasyriq 11,12, dan 13 Dzul Hijjah.

Untuk mendapatkan hewan yang hendak dipotong, kita bisa langsung datang ke lokasi dan melakukan transaksi di tempat. Namun akan lebih mudah lagi jika dikoordinir, bisa melalui ketua rombongan, bisa juga melalui pengurus KBIH yang diikutinya. Jika membeli dengan rombongan,  setiap jamaah cukup mengeluarkan uang sebesar 300 sampai 350 riyal. Harga segitu sudah termasuk biaya pemotongan. Namanya juga tempat transaksi jual beli, di tempat ini juga kita temukan calo.

Cara kedua dapat dilakukan melakukan pembayaran melalui Bank. Salah satunya adalah Bank Ar Rajhi, yang memberikan layanan khusus pembayaran dam. Ar Rajhi mematok harga 410 riyal untuk seekor kambing ato domba. Tentu harga tersebut termasuk biaya pemotongan, serta pendistribusian. Selain di kantor Bank yang bersangkutan, loket pembelian bisa ditemukan di Mina.

Tentu kita tinggal pilih, beli sendiri ato cukup bayar lewat Bank. Hanya saja, kalo kita membayar dam dan qurban di Bank, kita tidak punya kesempatan melihat secara langsung hewan yang kita jadikan dam ato qurban. Apalagi kalo kita jamaah haji reguler dan masak sendiri, kita punya kesempatan membawa daging pulang ke pemondokan dan dimasak rame-rame. Mo nyate kambing ato sate Unta ?, silahkah pilih, daging unta enak loh. Mo bukti ?, semoga sampean semua segera naik Haji ke tanah suci. amin

Wallohu Ta’ala A’lam bish-showab

 

Pakies

Pedagang pasar yang berdomisili di pinggiran kabupaten Blitar. Nekat ngeblog sebagai sarana menjalin silaturahim, belajar berwawasan, serta sarana rekreasi pikiran untuk mendapatkan hikmah di dalamnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

CommentLuv badge

Archives

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner