“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturrahim” (Muttafaqun ‘alaih dari Anas ra)

“Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturrahim, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan” (HR. Ibnu Majah).

Ngeblog sejak juni 2009 di multiply yang awalnya hanya berangkat dari rasa penasaran akan tulisan-tulisan keren yang saya baca. Pada akhirnya Muliply saya telantarkan karena membuat blog di blogspot. Sekitar tahun 2010 saya menggunakan domain berbayar di www.djanganpakies.com namun setelah dua tahun nggak saya perpanjang lagi. Karena merasa penasaran akan platform wordpress, maka sejak oktober 2012 yang membuat www.djangkies.net dengan platform worpress sampai sekarang.

Sebenarnya, menulis bukanlah bidang yang saya suka. Pelajaran mengarang sewaktu SMP dan SMA adalah pelajaran yang paling tidak saya suka. Entah kenapa sejak nulis di Multiply yang sekarang sudah raib ditelan jaman, lama-kelamaan saya merasa menulis mendatangkan kepuasan dalam diri saya.

Karena tidak memiliki bakat dan tidak memiliki pengetahuan tulis menulis, maka nggak heran tulisan-tulisan saya sangat sederhana, bahkan sampai sekarang. Banyak belajar dari tulisan teman-teman dalam interaksi silaturahim, itulah yang saya lakukan sampai sekarang.

Kenapa Djangan Pakies ?
Awalnya, saya menggunakan kata Djangan pakies, hanya secara kebetulan saja. Karena di rumah saya biasa di panggil Pak ies, sayapun memberi judul blog, Pakies. Dan secara kebetulan, saya juga penikmat lauk pakis yang dibuat dalam bentuk kuah yang dikampung saya disebut jangan pakis. Maka, jadilah kolaborasi secara ngawur, Djangan pakies. Penambahan huruf D di awal kata, hanyalah untuk mengenang ejaan bahasa Indonesia yang lama, J ditulis Dj.

Secara harfiah, dalam bahasa jawa kata Djangan sebagai gambaran masakan yang berkuah, dengan racikan dari bahan-bahan sederhana. Pakis, adalah tumbuhan liar dari jenis paku-pakuan yang bisa dimanfaatkan untuk lauk-pauk. Terinpirasi dari kondisi ini, maka nama blog Djangan Pakies saya ibaratkan sebagai Personal Blog yang bertema dasar sederhana, yang menyuguhkan artikel yang isinya masih dangkal dan jauh dari kriteria sebuah tulisan, karena dalam proses belajar.

Kesederhanaan ini bukan tanpa alasan karena terbangun dari ramuan bumbu-bumbu yang diracik dari pemikiran sederhana. Maka, bisa jadi isinya terlalu asin, atau bisa jadi sangat hambar, atau mungkin terlalu pedas. Semua kembali pada sebuah selera dalam merasakan sebuah racikan, dan setiap orang memiliki taste yang berbeda dari berbagai sudut pandang.

Djangan pakies
Saya berusaha menjalin silaturrahim dengan siapapun dan tentu saja sambil belajar berwawasan.

Djangan Pakies
adalah pribadi biasa dengan pemikiran awam yang alhamdulillah dikaruniai sebuah keluarga kecil, dengan 3 mujahid. Satu-satunya cewek tercantik hanyalah emaknya. Kami berusaha membenahi dan keluarga menuju ridha Allah swt, dengan semaksimal mungkin menjalankan yang dicontohkan Baginda Rasulullah Muhammad saw. Saat ini saya berdomisili di Blitar, bumi bung Karno dan kesehariannya hanyalah pedagang di pasar. Pedagang yang nekat ngeblog. Ada banyak manfaat yang saya dapatkan melalui aktivitas ini. Ngeblog adalah sarana saya menjalin silaturahim, belajar berwawasan, serta sarana rekreasi pikiran untuk mendapatkan hikmah di dalamnya

Djangan Pakies
selalu mendoakan kita semua “Semoga kita dimudahkan oleh Allah swt dalam segala urusan di dunia dan akhirat”

Djangan Pakies
Akhirnya, Pakies memohon maaf yang setulus-tulusnya apabila adalah isi dari artikel, tulisan maupun komentar yang tidak berkenan bagi sodara semua. Semuanya tidak ada maksud untuk itu. Ini hanya semata karena kekurangan saya yang belum bisa menempatkan diri dengan sewajarnya.