Kala Berteduh di Kuburan Tua

Antara ada dan tiada, jargon yang digunakan sebagai iklan kampaye salah satu partai, membuat saya tersenyum. Bukan perkara penggunaan kalimat ini sebagai kritik dan pencitraan terhadap apa yang terjadi selama ini.

Ini semata karena hampir tiga minggu saya merasakan hal yang luar biasa. Apa itu ?. Tepat tiga minggu saya mampu menahan diri tidak melakukan posting di blog ini dan BW ke blog sahabat. Padahal, hampir 4 tahun ngeblog yang namanya mosting dan BW adalah kegaiatan yang selama ini saya lakukan di sela-sela pekerjaan, sebagai pelepas lelah. Telah banyak hal yang saya dapatkan dari kegiatan yang sebagian orang menganggap sebagai hal yang buang-buang waktu. Wawasan, silaturahim, sodara, senam otak, melawan lupa dan tentu saja aneka hadiah, dan banyak lainnya. Yah, saya merasakan ini hal yang luar biasa, karena ‘kuat’ tidak membuka dasbor blog ini. Dan hanya mosting ringan di blog pembelajaran foto di sini..

Praktisnya, sejak pasca erupsi gunung kelud, energi ngeblog saya melorot secara drastis, semua saya salurkan ngurusi keluarga dan pekerjaan. Tentang ini, pernah saya tulis dalam status efbe, ketika teman dari anak saya nanya gimana agar konsisten dalam ngeblog. Pertanyaan yang membuat saya berkeringat, ketika energi sudah menurun. Ini dia petikan pertanyaan itu yang saya copas persis dari status saya di efbe

“Pak bagaimana kiat-kiat, supaya bisa konsisten nulis di blog ….?”

Sayapun nggak bisa banyak menjawab, lha dalam sebulan terakhir energi ngeblog saya sedang turun drastis. Bukan males sih, sebab draft tulisan tetap banyak, karena setiap saat ada ide di kepala selalu saya tulis point-point utama, masalah, pemecahan, kemanfaatan, up to date dll.

Trus apa jawaban saya atas pertanyaan menohok itu ?
Dengan sedikit narasi sayapun menjelaskan yang penting ngeblog itu dinikmati, nggak usah punya target muluk-muluk. Apa yang terlintas di kepala, tulis saja semampu yang kita bisa. Apapun tulisan yang kita hasilkan nggak akan dicemooh orang selagi tidak melanggar norma dan SARA. Selanjutnya bumbui dengan BW dengan berkomentar, karena itu akan melatih daya nalar kita atas masalah yang ditulis orang lain. Perkara yang bersangkutan nggak balik berkomentar, jangan pikirkan karena kita BW bertujuan untuk silaturahim dan mengembangkan wawasan.

Dan perlu diingat, bahwa segala sesuatu yang terbiasa kita lakukan tiap saat bisa mendatangkan kejenuhan. Pandai-pandai kita lah mengolah blog semampunya dan sesempatnya. Inilah sedikit cara saya berkelit dari drastisnya ngeblog akhir-akhir ini.

Jadi sebenarnya saya ada dalam keseharian di dunia off line, namun tidak ada dalam dunia on line khususnya ngeblog. Kalo ngefbe dan nuiter, dikit-dikit masihlah

Antara ada dan tiada, bukan berarti saya nyaleg, ataupun menjadi tim sukses partai tertentu apalagi caleg tertentu. Dunia politik bukan dunia saya. Pun demikian, meski saya tiada berhasrat, tetap saja entar nyoblos meskipun bukan dari pilihan hati. Sejujurnya, saya buta politik, namun terkadang merasa ngeri dengan perilaku politik di negeri ini.

Negeri ini akan menangis kalau seseorang ingin menjadi pejabat apapun, hanya untuk tujuan sementara di dunia. Yang bisa jadi mengantarkannya pada tangisan kekal kelak di kehidupan berikutnya, jika mengkhianati amanah rakyat.

Pun demikian, siapapun yang menang nantinya, lebih baik saya ber khusnudzon, berbaik sangka sajalah, semoga yang terpilih bisa menjalankan tugas dan amanah yang sangat berat ini. Semoga menjadi pemimpin bukan digunakan sebagai ladang mencari kehidupan, tetapi untuk ladang mencari amal dunia akherat, serta memanfaatkan hidupnya demi kepentingan orang lain.

Kalo perlu mendo’akan yang terpilih menjadi pemimpin yang teladan. Pemimpin yang seperti Baginda Rasulullah saw, Abu Bakar ra, Umar ra dan banyak pemimpin Islam generasi salaf, yang selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan umatnya. Pemimpin yang demikian di negeri ini bisa jadi antara ada dan tiada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *